Blog
Articles

Mimetic Desire, Kunci Kesuksesan Campaign Influencer Marketing

Vanessa
August 5, 2022
August 27, 2025

Saat ini, influencer marketing dianggap sebagai strategi marketing yang efektif bagi brand karena beberapa alasan. Mulai dari tingginya penggunaan media sosial, pelanggan yang lebih memercayai rekomendasi dari orang sekitarnya, dan berkurangnya rasa percaya pelanggan terhadap konten iklan.

Jika ditarik kembali, ada satu konsep dasar yang membuat influencer marketing kian efektif. Konsep tersebut adalah mimetic desire.

Apa itu mimetic desire?

Sumber: Pexels

Mimetic desire berasal dari kata mime yang artinya meniru dan desire yang artinya keinginan. Berdasarkan konsep ini, semua orang dikatakan memiliki keinginan untuk mengimitasi atau meniru orang lain. Teori mimetic desire menyatakan bahwa orang cenderung melihat seorang role model atau panutan yang bisa dipercaya untuk mempermudah mereka dalam proses mencari informasi dan membuat keputusan.

Dengan kata lain, kita sering melihat kepada orang lain untuk memutuskan apakah kita akan menyukai atau membeli suatu produk.

Mimetic Desire dan Influencer Marketing

Sumber: Freepik

Dengan memahami mimetic desire, Anda dapat menjalankan influencer marketing secara maksimal karena saat Anda dapat mengetahui siapa panutan yang dilihat oleh audiens dalam kehidupan sehari-hari mereka, Anda dapat mendorong audiens untuk melakukan pembelian. Para panutan atau influencer inilah yang bisa Anda ajak berkolaborasi.

Baca juga: Influencer Marketing: Pengertian, Manfaat, Tantangan, dan Tips Menjalankannya

Jadi, seperti apa panutan atau influencer yang harus Anda cari?

1. Authentic

Influencer dengan konten yang authentic bisa memengaruhi keputusan audiensnya. Meski sebagian besar konten di media sosial memang dibuat dengan tujuan menghasilkan uang, tetapi influencer dengan konten authentic tetap menunjukkan diri aslinya sebagai everyday people di media sosial. Carilah influencer yang menyeimbangkan antara konten promosi dengan konten pribadi yang memiliki cerita personal, serta influencer yang membangun komunikasi dengan audiensnya.

Baca juga: Authenticity, Poin Penting Suksesnya Influencer Marketing

2. Relevan

Influencer yang authentic otomatis akan lebih relevan dengan audiens karena audiens menganggap rekomendasi dari mereka selayaknya rekomendasi dari teman atau kerabat dekat. Sebaliknya, jika influencer yang tidak relevan dengan dunia sekitar akan membuat audiens kesulitan untuk melihat kesamaan antara diri mereka dengan sang influencer. Otomatis, mereka tidak akan mempertimbangkan rekomendasi dari influencer tersebut.

Ingin bekerja sama dengan brand ternama dalam sebuah influencer campaign? Download aplikasi Partipost sekarang juga!

3. Passionate

Influencer yang menginspirasi audiens haruslah passionate atau memilki ketertarikan di niche konten mereka. Misalnya, jika Anda ingin mempromosikan produk kesehatan, tentu Anda harus mencari influencer yang memang passionate dan antusias untuk membagikan tips dan rekomendasi seputar dunia kesehatan dalam kontennya.

Influencer yang authentic, relevan, dan passionate akan lebih mudah memengaruhi audiens Anda dan mendorong mereka untuk membuat keputusan, seperti mengunjungi website atau membeli produk Anda.

Baca juga: KPI untuk Influencer Marketing, Brand Wajib Tahu!

Tips menjalankan influencer marketing berbasis mimetic desire

Sumber: Freepik

Untuk menjalankan influencer marketing berbasis mimetic desire, Anda bisa mengikuti beberapa tips berikut ini:

1. Cari influencer yang paling sesuai

Carilah influencer yang benar-benar sesuai dengan brand Anda. Jika Anda mengalami kesulitan, Anda dapat berkonsultasi dengan influencer marketing platform seperti Partipost untuk menemukan influencer yang paling tepat bagi campaign Anda.

2. Utamakan kualitas audiens, bukan kuantitasnnya

Jangan hanya fokus pada jumlah followers yang dimiliki oleh influencer, tetapi pastikan bahwa mereka memiliki kedekatan dengan audiens. Audiens yang loyal akan cenderung mempercayai rekomendasi dari influencer.

Baca juga: Jumlah Follower Influencer: Penting atau Tidak? Simak Faktanya!

3. Jalankan partnership jangka panjang

Kerja sama antara bisnis Anda dan influencer adalah sebuah partnership jangka panjang yang perlu dipertahankan. Seperti halnya strategi marketing lain, influencer marketing memerlukan testing, modifikasi, dan upgrade terus-menerus untuk bisa menemukan metode terbaik bagi brand Anda.

Sudah siap menjalankan influencer marketing?

Partipost siap membantu! Dengan 1 juta+ influencer yang tersebar di 8 negara Asia Tenggara, serta komunitas nano influencer terbesar di Indonesia. Partipost siap membantu Anda menjalankan campaign dengan cara yang lebih praktis dan tentunya biaya yang lebih terjangkau. Hubungi kami untuk mendapatkan penawaran menarik!

Contact Us